Sabtu, 02 Juni 2018

Rangkuman La tahzan - Tugas PAI



                         TUGAS INDIVIDU UTS
                  MATA KULIAH AGAMA ISLAM

                   DOSEN PENGAMPU: M. QADHAFI, M.Pd.I


                                                    
                                   


                       
NAMA
:
EKA PURWANINGSIH
N.P.M
:
1643050039
PRODI
:
FARMASI


            UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA
PROGRAM STUDI FARMASI
JAKARTA
2016


BAB I
   PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Pendidikan Agama Islam merupakan pondasi yang sangat mendasar dan mempunyai peranan yang sangat penting bagi hidup dan kehidupan bangsa Indonesia khususnya bagi umat Islam. Istilah agama dan manusia memiliki hubungan yang sangat erat kaitannya, karena agama sangat dibutuhkan oleh manusia agar manusia memiliki pegangan hidup sehingga ilimu dapat menjadi lebih berarti, dalam hal ini adalah Islam. Dengan ilmu kehidupan manusia akan bermutu dengan agama kehidupan manusia akan lebih bermakna, kerena dengan ilmu dan agama kehidupan manusia akan sempurna dan bahagia
            1.2 Biografi Penulis
Penulis kelahiran 1379 H (1960 M) ini memiliki nama lengkap Dr. `Aidh Abdullah bin `Aidh al-Qarni. Nama al-Qarni diambil dari dari daerah asalnya di wilayah selatan Arab Saudi. Aidh Al Qarni menuntut ilmu di Madrasah Ibtidaiyah Ali Salman, dia juga belajar di Ma'had Ilmi sejak bangku SMP, hingga meraih gelar S1 dan S2 di tempat yang sama. Ia menamatkan program sarjana (Lc), magister (M.A.) dan doktor di Universitas Islam Imam Muhammad bin Su`ud, Riyadh, Arab Saudi. Ia hafal Al-Quran dan kitab Bulughul Maram, serta telah mengajarkan 5.000-an hadis dan 10.000-an bait syair. Sekitar 1.000-an judul kaset yang berisi ceramah agama, kuliah, serta kumpulan puisi dan syair karyanya telah dipublikasikan. Keberaniannya menyuarakan kebenaran juga sempat membuatnya merasakan jeruji besi pemerintah Al-Saud. Ia dan kawan-kawan ulama mudanya berani berteriak lantang menentang kehadiran pasukan Amerika Serikat di Arab Saudi atas undangan pemerintah Al-Saud Al-Qarni juga dikenal sebagai tokoh pembaruan di Arab Saudi yang mencoba melakukan pendekatan dengan `aliran` lain. Tulisannya setiap pekan di harian Asharqul Awsath selalu ditunggu pembaca dan menaikkan tiras koran yang semula diterbitkan di London itu. Ketika berada di balik jeruji penjara Aidh Al Qarni memilih untuk terus menulis. Berlembar-lembar tulisan pun menjadi bukti ketekunan pria yang lahir di tahun 1379 H dan berasal dari perkampungan Al-Qarn, sebelah selatan Kerajaan Arab Saudi, Setelah keluar dari penjara, Aidh Al Qarni melanjutkan tulisannya. Hingga akhirnya lahirlah buku La Tahzan yang diterjemahkan dengan Jangan Bersedih. Hasilnya sungguh fenomenal. Inilah buku yang telah diterbitkan oleh puluhan penerbit dan mencapai angka penjualan fantastis. Buku ini sudah diterjemahkan ke dalam 29 bahasa dunia, buku ini juga sempat menjadi buku terlaris. Kelebihan buku Al Qarni terlihat pada bahasan-bahasannya yang fokus, penuh hikmah, dan selalu memberi jeda untuk merenung sebelum berlanjut pada bahasan berikut. Pada bagian penutup, hadir pula kata-kata bijak yang menjadi intisari tulisan-tulisan sebelumnya. Dalam bukunya pula, Al Qarni mengajak pembaca agar tidak menyesali kehidupan, tidak menentang takdir, atau menolak dalil-dalil dalam Alquran dan sunnah. Al Qarni hafal Al qur'an, 5000 hadits, dan 10 ribu bait syair Arab klasik hingga kontemporer ini sempat bertandang ke sejumlah tempat dan menemui tokoh nasional. Al Qarni juga ingin terus berdakwah dan menyuarakan ajaran-ajaran Islam kepada seluruh umat muslim.
1.3  Tentang Buku
Nama buku yang diresume adalah “La Tahzan” artinya Jangan bersedih. Penulisnya bernama lengkap Dr. `Aidh Abdullah bin `Aidh al-Qarni, penerbit bukunya adalah Qisthi Press.




   BAB II
                                                      ISI


Ya Allah !
(Semua yang ada di langit dan dibumi selalu meminta pada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan)  (QS. Ar-Rahman: 29)
Ketika laut bergemuruh, ombak menggunung, dan angina bertiup kenvang menerjang, semua penumpang kapal akan panic dan menyeru: “Ya Allah!”
Ketika seorang tersesat ditengah gurun pasir, kendaraan menyimpang jauh dari jalurnya, dan para kafilah bingung mementukan arah perjalanannya, mereka akan menyeru: “Ya Allah!”
Ketika musibah menimpa, bencana alam melanda, dan tragedi terjadi, mereka yang tertimpa akan selalu berseru: “Ya Allah!”
Ketika pintu-pintu permintaan telah tertutup, dan tabir-tabir permohonan digeraikan, orang-orang mendesah: “Ya Allah!”
Ketika semua cara tak mampu menyelesaikan, setiap jalan terasa menyempit, harapan terputus, dan semua jalan pintas membuntu, merekapun menyeru: “Ya Allah!”
Ketika bumi terasa menyempit dikarenakan himpitan persoalan hidup, dan jiwa terasa tertekan oleh beban berat kehidupan yang harus Anda pikul, menyerulah: “Ya Allah!”
Kuingat Engkau saat alam begitu gelap gulita
Dan wajah zaman berlumuran debu hitam
Kusebut nama-Mu dengan lantang disaat fajar menjelang,
Dan hampir fajarpun merekah seraya menebar senyuman indah
Setiap ucapan baik, doa yang tulus, rintihan yang jujur, air mata yang menetes penuh keikhlasan, dan semua keluhan yang menggundahgulanakan hati adalah hanya pantas ditunjukkan ke hadirat-Nya.
Setiap dini hari menjelang, tengadahkan kedua telapak tangan, julurkan lengan penuh harap, dan arahkan terus tatapan matamu ke arah-Nya untuk memohon pertolongan! Ketika lidah bergerak, tak lain hanya untuk menyebut, mengingat dan berdzikir dengan nama-Nya. Dengan begitu, hati akan tenang, jiwa akan damai syaraf tak lagi menegang, dan iman kembali berkobar-kobar. Demikianlah, hanya selalu menyebut nama-Nya, kayakinan akan semakin kokoh. Karena,
(Allah Maha Lembut terhadap hamba-hamba-Nya.) (Qs. Asy-Syura: 19)
Allah: nama yang paling bagus, susunan huruf yang paling indah, ungkapan yang paling tulus, dan kata yang sangat berharga.
(Apakah kamu tahu ada seorang yang sama dengan Dia (yang patut disembah ?)
(QS. Maryam: 65)
Allah: Milik-Nya semua kekayaan, keabadian, kekuatan, pertolongan, kemuliaan, kemampuan dan hikmah.
(Milik siapakah kerajaan pada hari ini? Milik Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan.) (QS. Ghafir: 16)
Allah: dari-Nya semua kasih sayang, perhatian, pertolongan, bantuan cinta dan kebaikan.
(Dan, apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datang-nya) (QS. An-Nahl: 53
Allah: pemilik segalanya keagungan, kemuliaan, kekuatan dan keperkasaan.
Betapapun kulukiskan keagungan-Mu dengan deretan huruf,
Kekudusan-Mu tetap meliputi semua arwah
Engkau tetap Yang Maha Agung, sedang semua makna,
akan lebur, mencair, ditengah keagungan-Mu, wahai Rabb-ku
Ya Allah, gantikanlah kepedihan ini dengan kesenangan, jadikan kesedihan itu awal kebahagiaan, dan sirnakan rasa takut ini menjadi rasa tentram. Ya Allah, dinginkan panasnya kalbu dengan salju keyakinan, dan padamkan bara jiwa dengan air keimanan.
Wahai Rabb, anugerahkan pada mata yang tak dapat terpejam ini rasa kantuk dari-Mu yang menentramkan. Tuangkan dalam jiwa yang bergejolak ini kedamaian. Dan, ganjarlah dengan kemenangan yang nyata. Wahai Rabb, tunjukkanlah pandangan yang kebingungan ini kepada cahaya-Mu yang lurus. Dan tuntunlah orang-orang yang menyimpang dari jalan-Mu merapat kehidayah-Mu.
Ya Allah, sirnakan keraguan terhadap fajar yang pasti dating dan memancar terang, dan hancurkan perasaan jahat dengan secercah sinar kebenaran. Hempaskan semua tipu daya setan dengan bantuan bala tentara-Mu.
Ya Allah, sirnakan kami dari rasa sedih dan duka, dan usirlah kegundahan dari jiwa kami semua.



Yang  Lalu Biar Berlalu
Mengingat dan mengenang masa lalu, kemudian besedih atas nestapa dan kegagalan di dalamnya merupakan tindakan bodoh dan gila. Itu, sama artinya dengan membunuh semangat, memupuskan tekad dan mengubur masa depan yang belum terjadi. Bagi orang yang berpikir, berkas-berkas masa lalu akan dilipat dan tak pernah dilihat kembali. Cukup ditutup rapat-rapat, lalu disimpan dalam ruang pengelupaan, diikat dengan tali yang kuat dalam penjara pengacuhan selamanya. Atau, diletakkan dalam ruang gelap yang tak tertembus cahaya. Yang demikian, karena masa lalu telah berlalu dan habis. Kesedihan tak akan mampu mengembalikannya lagi, keresahan tak akan sanggup memperbaikinya kembali, dan kegalauan tidak akan dapat menghidupkannya kembali, karena ia memang sudah tidak ada.
Membaca kembali lembaran masa lalu hanya akan memupuskan masa depan, mengendurkan semangat dan menyia-nyiakan waktu yang sangat berharga. Dalam Al-Qur’an, setiap kali usai menerangkan kondisi suatu kaum dan apa saja yang telah mereka lakukan, Allah selalu mengatakan “Itu adalah umat  yang lalu” Begitulah, ketika suatu perkara habis, maka selesai pula urusannya. Dan tak ada gunanya mengurai kembali bangkai zaman dan memutar kembali roda sejarah.
Orang yang berpikir jernih tidak akan pernah melihat dan sedikitpun menoleh ke belakang. Pasalnya, angin akan selalu berhembus kedepan dan segala sesuatu bergerak maju kedepan. Maka itu, janganlah pernah melawan sunah kehidupan!.




     Biarkan Masa Depan Datang Sendiri
(Telah pasti datangnya ketetapan Allah, maka jangan kamu meminta agar disegerakan (dating)nya) (QS. An-Nahl: 1)
Jangan pernah mendahului sesuatu yang belum terjadi !, Hari esok adalah sesuatu yang belu nyata  dan dapat diraba, belum berwujud, dan tidak memiliki rsa dan warna. Jika, demikian mengapa kita harus menyibukkan diri dengan hari esok, mencemaskan kesialan-kesialan yang mungkin akan terjadi padanya, memikirkan kejadian-kejadian yang akan menimpanya, dan meramalkan bencana-bencana yang aka nada didalamnya. Yang jelas hari esok masih ada didalam alam gaib dan belum turun kebumi. Maka, tidak sepantasnya kita menyebrangi sebuah jembatan sebelum sampai diatasnya. Sebab siapa yang tahu bahwa kita akan sampai atau tidak pada jembatan itu. Bisa jadi kita akan berhenti jalan kita sebelum sampai ke jembatan itu, atau mungkin pula jembatan itu hanyut terbawa arus terlebih dahulu sebelum kita sampai diatasnya. Dan bisa jadi pula, kita akan sampai pada jembatan itu dan kemudian menyebranginya. Dalam syariat, memberi kesempatan kepada pemikiran untuk memikirkan masa depan dan membuka-buka alam gaib, dan kemudian terhanyut dalam kecemasan-kecemasan yang baru diduga darinya, adalah sesuatu yang tidak dibenarkan. Pasalnya, hal itu termasuk thulul amal (angan-angan yang terlalu jauh). Secara nalar, tindakan itupun tak masuk akal, karena sama halnya dengan berusaha perang melawan baying-bayang. Namun ironis, kebanyakan manusia didunia ini justru banyak yang termakan oleh ramalan-ramalan tentang kelaparan, kemiskinan, wabah penyakit, dan krisis ekonomi yang kabarnya akan menimpa meraka. Padahal semua itu hanya bagian dari kurikulum yang diajarkan didalam “sekolah-sekolah setan”.
“Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir), sedangkan Allah menjanjikan untukmu ampun daripada-Nya dan karunia” (QS. Al-Baqarah: 268)
Mereka yang menangis sedih menatap masa depan adalah yang menyangka diri mereka akan hidup kelaparan, menderita sakit selama setahun, dan memperkirakan umur dunia ini tinggal seratus tahun lagi. Padahal, orang yang sadar bahwa usia hidupnya berada di ‘genggaman yang lain’ tentu tidak akan mengendalikannya untuk sesuatu yang tidak ada. Dan tidak tahu kapan akan mati, tentu salah besar bila justru menyibukkan diri dengan sesuatu yang belum ada dan tidak berwujud.
Biarkan hari esok dating dengan sendirinya. Jangan pernah menanyakan kabar beritanya, dan jangan pula menanti serangan petakanya. Sebab, hari ini anda sudah sangat sibuk.

Isi Waktu Luang Dengan Berbuat
(Mereka rela berada bersama orang-orang yang tidak pergi berperang) (QS. At-Taubah: 87)
Saat paling berbahaya bagi akal adalah manakala pemiliknya menganggur dan tidak berbuat apa-apa. Orang yang seperti itu ibarat mobil berjalan dengan kecepatan tinggi tanpa sopir, akan mudah oleng kekanan dan kekiri.
Waktu kosong itu tak ubahnya dengan siksaan halus ala penjara China, meletakkan narapidana dibawah pipa air yang hanya dapat meneteskan air satu tetes air setiap menit selama bertahun-tahun. Dan dalam masa penantian sangat panjang itulah , biasanya seorang napi akan menjadi stress dan gila.
Berenti dari kesibukan itu kelengahan, dan waktu kosong adalah pencuri yang culas. Apapun akalnya, tak lain adalah mangsa empuk yang siap dicabik-cabik oleh ganasnya terkaman kedua hal tadi yaitu kelengahan dan si ‘pencuri’ tadi.
Bunuhlah setiap waktu kosong dengan ‘pisau’ kesibukan! Dengan cara itu, dokter-dokter dunia akan berani menjamin bahwa anda telah mencapai 50 % dari kebahagiaan. Lihatlah para petani, nelayan, dan para kuli bangunan, mereka dengan ceria mendendangkan lagu-lagu seperti burung-burung dialam bebas. Mereka tidak seperti orang yang tidur diatas ranjang empuk, tetapi selalu gelisah dan menyeka air mata kesedihan.

     Telitilah!
Orang yang berpendirian kuat dan akurat dalam mengambil keputusan adalah orang yang tidak terburu-buru memberikan keputusan pada saat banyak mendengar berita yang simpang siur. Sebab mengambil keputusan secara terburu-buru disaat banyaknya berita simpang siur, masalah akan menjadi semakain ruwet. Ia lebih dulu menyeleksi berita-berita itu, mengeceknya kembali, mencari tahu mengapa berita itu muncul dan sampai kepadanya, dan kemudian berkonsultasi dengan orang yang ahli. Tentu saja pendapat yang matang lebih baik daripada pendapat yang cepat tapi terburu-buru. Dikatakan, jika anda salah memberi keputusan dengan akibat si terdakwa bebas, akan lebih baik daripada salah memberi keputusan dengan akibat ia dijatuhi hukuman.
(Wahai orang-orang yang beriman, jika dating kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaan yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatan itu.) (QS. Al-Hujurat: 6).

       Al-Qur’an, Kitab yang Penuh Berkah
Membaca Al-Qur’an dengan perenungan, pendalaman tadabbur merupakan satu dari sekianbanyak sebab kebahagiaan dan kelapangan hati. Allah menyifati kitab-Nya ini sebagai petunjuk, cahaya dan penawar atas semua yang ada didalam dada. Disamping itu, Allah juga menyifati sebagi rahmat.
(Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Rabb-mu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) didalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman) (QS. Yunus: 57)
(Maka, apakah mereka tidak memperhatikan Al-Qur’an ataukah hati mereka terkunci) (QS. Muhammad: 24)
(Maka, apakah mereka tidak memperhatikan Al-Qur’an? Kalau kiranya Al-Qur’an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak didalamnya) (QS. An-Nisa: 82)
(Ini adalah kitab yang kami turunkan kepadamu dengan penuh berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran) (QS. Shad: 29)\
Kalangan ahlul ilmi mengatakan, “Membacanya, mengamalkannya, menjadikannya sumber hukum, dan mengambil istinbath darinya sudah merupakan berkah”
Seorang yang salih berkata, “Aku pernah merasa kesuntukan (yang hanya diketahui oleh Allah) dan dilanda keresahan yang membantu. Maka segera aku mengambil mushaf Al-Qur’an, dan membacanya. Tiba-tiba saja kesuntukan itu lenyap, dan Allah menggantikan dengan kegembiraan dan keriangan.”
(Sesungguhnya AL-Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus) (QS. Al-Isra`: 9)
(Dengan kitab itu Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya kejalan keselamatan) (QS. Al-Ma`idah: 16)
(Dan, demikianlah kami wahyukan kepada wahyu (Al-Qur’an) dengan perintah kami) (QS. As-Syura: 52)

Istighfar Adalah Pembuka Jalan
Ibnu Taimiyyah berkata, “Jika masalah yang saya hadapi mengalami kebuntuan, maka saya akan ber-istighfar kepada Allah sebanyak seribu kali, niscaya Allah akan membukakan jalan keluar.
(Maka aku katakan kepadan mereka: “Mohonlah ampun kepada Rabb-mu, sesungguhnya Dia Maha Pengampun) (QS. Nuh: 10)
Salah satu sebab ketenangan hati dan pikiran  adalah ber-istighfar kepada Dzat yang memiliki keagungan (Dzul Jalal)
Banyak hal yang dianggap berbahaya tetapi jusrtu mendatangkan manfaat. Setiap qadha` pada dasarnya baik, termasuk kemaksiatan yang ia lakukan.
Dalam Al-Musnad karya Imam Ahmad, disebutkan: “Allah tidak memberlakukan sebuah qadha` kepada hamba-Nya kecuali itu menjadi sebuah kebaikan baginya”
(Jika mereka menganiaya dirinya, mereka datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah dan Rasul pun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang) (QS. An-Nisa`: 64)
(Pada hari mereka melihat hari kebangkitan itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) waktu sore dan pagi hari) (QS. An-Nazi`at: 46)
Ibnu taimiyyah kagum kepada orang-orang besar yang pernah dikenal dalam catatan sejarah. Ujian, cobaan, dan bencana mereka hadapi seperti kucuran air hujan atau hembusan angin. Dan, dibarisan paling depan dari mereka adalah pemimpin semua makhluk, Muhammad Rasulullah. Dalam perjalanannya menuju Madinah, dia bersembunyi didalam gua bersama sahabatnya, Abu Bakar. Pada saat musuh sudah mendekati mereka, ia berkata kepada temannya itu,
(janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita)  (QS. At-Taubah: 40)
Dalam perjalanan hijrahnya karena diusir dari kampong halamannya, ia memberi kabar gembira kepada Suraqah, yang membuntuti perjalanannya, bahwa dia akan memakai gelang Kisra.
Pada saat Perang Badar dia dengan semangat mengenakan baju perangnya dan berkata,
(Golongan itu akan dikalahkan dan mereka akan mundur kebelakang) (QS. Al-Qamar: 45)
(Dan, orang-orang yang sabar dalam  kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan) (QS. Al-Baqarah: 177).






      Tidak Menerima Adalah Pintu Keraguan
Sikap tidak menerima akan membukakan pintu keraguan kepada Allah, qadha` dan qadhar, hikmah dan ilmu-Nya. Jarang orang yang tidak menerima akan terhindar dari ancaman keraguan yang menyusup kedalam hatinya. Kalaupun ia merasa yakin dapat menghindar dari ancaman tersebut, itu hanaya perasannya. Namun kalaupun dirinya sendiri ia korek dengan jujur, maka ia akan menyadari bahwa keyakinan telah tercemar dan terasuki keraguan. Antara keridhaan dan keyakinan itu ada hubungan ‘saudara yang sangat dekat’. Sedangkan keraguan tidak menerima adalah dua teman dekat . inilah makna hadist yang diriwayatkan oleh Tarmidzi: “Jika engkau mampu berbuat dengan keridhaan dan keyakinan, maka lakukanlah. Namun bila tidak mampu, maka dalam sikap sabar terhadap hal-hal yang memberatkan jiwa terhadap kebaikan yang banyak sekali.”
Di dalam hati orang-orang yang tidak menerima, tersimpan perasaan dendam dan terpendam marah, walaupun mereka tidak mengungkapkannnya. Dihadapan mereka selalu ada kerumitan-kerumitan yang harus dipecahkan dan pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab.

Nikmatnya Ilmu Pengetahuan
(Dan, dia telah mengajarkan kepadamu apa yang belum kamu ketahui. Dan adalah karunia Allah itu sangat besar) (QS. An-Nisa: 113)
Kebodohan merupakan tanda kematian jiwa, terbunuhnya kehidupan dan busuknya umur.
(Sesungguhnya, aku mengingatkan kepadamu supaya kamu tidak termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan) (QS. Hud: 46)
Sebaliknya, ilmu adalah cahaya bagi hati nurani, kehidupan bagi ruh dan bahan bakar tabiat.
(Dan, apakah orang mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepada cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang berkali-kali tidak dapat keluar daripadanya) (QS. Al-An`am: 122)
Kebahagiaan, kedamaian dan ketentraman hati senantiasa berawal dari ilmu pengetahuan. Itu terjadi karena ilmu mampu menembus yang samar, menemukan sesuatu yang hilang dan menyikap yang tersembunyi. Selain itu, naluri dari jiwa manusia itu adalah selalu ingin mengetahui hal-hal yang baru dan ingin mengungkap sesuatu yang menarik.
Kebodohan itu sangat membosankan dan menyedihkan. Pasalnya, ia tidak pernah memunculkan hal baru yang lebih menarik dan segar, yang kemarin seperti hari ini, dan yang hari ini pun akan sama dengan yang akan terjadi esok hari.
Bila ingin senantiasa bahagia, tuntutlah ilmu, galilah pengetahuan dan raihlah berbagai manfaat, niscaya semua, kepedihaan, kesedihan dan kecemasan itu akan sirna.
(Dan katakanlah: “Ya Rabb-ku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan) (QS. Thaha: 114)
(Bacalah dengan nama Rabb-mu Yang menciptakan) (Al-Alaq: 1)
“Barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan kepadanya, maka Allah akan pandaikan ia dalam agama” (Al-Hadist)
Janganlah seseorang sombong dengan harta atau kedudukannya, kalau ia memang tidak memiliki ilmu sedikitpun. Sebab, kehidupannya tidak akan sempurna.
     
Sebab-sebab yang Membuat Hati Menjadi Lapang
Ibnul Qoyyim menyebutkan beberapa hal yang membuat dada menjadi lapang dan damai. Dari semua itu yang paling penting adalah tauhid. Ddengan kebersihan dan kesuciannya tauhid itu bisa membuat hati menjadi lapang, jauh lebih luas dari dunia dan isinya.
Bagi seseorang yang menyekutukan Allah dan kafir kepada-Nya sebenarnya tidak berhak hidup. Allah berfirman,
(Dan, barang siapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya kehidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada Hari Kiamat dalam keadaan buta) (QS. Thaha: 124)
(Barang siapa Allah menghendaki akan memberikan kepadanya hidayah, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam) (QS. Al-An`am: 125)
(Maka, apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk menerima agama Islam, lalu ia mendapat hidayah dari Rabb-nya sama dengan orang yang membantu hatinya) (QS. Az-Zumar: 22)
Allah mengancam musuh-musuh-Nya dengan kesempitan hati, rasa takut, khawatir, kegundahan dan keguncangan jiwa.
(Kami akan memasukkan kedalam hati orang-orang yang kafir itu rasa takut, disebabkan mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah sendiri tidak menurunkan keterangan tentang itu) (QS. Ali`Imran: 151)
(Maka, kecelakaan besarlah bagi mereka yang telah membantu hatinya untuk mengingat Allah) (QS. Az-Zumar: 22)
(Dan, barang siapa Allah kehendaki kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sempit, seolah-olah sedang mendaki langit) (QS. Al-An`am: 125)
Selain bahwa tauhid adalah ilmu yang bermanfaat, para ulama adalah orang yang paling lapang dadanya, orang yang paling bahagia, dan orang yang paling senang. Merakalah pemegang warisan yang ditinggalkan Rasulullah.
(Dan, Dia telah mengjarkan apa yang belum kamu ketahui) (An-Nisa`: 144)
(Maka, ketahuilah bahwa sesungguhnya tidak ada Rabb (yang haq) melainkan Allah) (QS. Muhammad: 19)
Amal salih juga termasuk hal-hal yang membuat dada lapang. Kebaikan itu adalah cahaya didalam hati, sinar diwajah, kelapangan dalam rezeki dan ungkapan cinta didalam hati orang-orang disekitar.











                                                                 BAB III
                                             KESIMPULAN


       Buku ini salah satu buku untuk mengembangkan diri,memotivasi dan tentang keagamaan. Banyak manfaat dan pelajaran yang dapat kita dapatkan dengan kita membaca buku La Tahzan ini. Kita merasa kalah, sedih karena kehilangan, bahkan merasa diri kita terhina, dan merasa apa yang kita inginkan tak sesuai yang kita dapatkan, yakinlah dibalik itu semua ada sebuah hikmah yang dapat kita pati dari hal tersebut. Janganlah merasa bahwa cobaan yang menimpa kita itu berat karena Allah tidak akan memberikan cobaan diluar dari kemampuan hambanya dan sadarlah bahwa masih banyak orang lain yang mengalami cobaan yang lebih berat dari yang kita alami. Jadi, tidak ada alasan untuk bersedih terus menerus dan selalu menyalahkan diri sendiri atas semua cobaan yang kita alami.